Kembali ke Rangkuman Kuliah Al Madeenah Language 1 (ARB 101) · Semester 1
Islamic Online University · Semester 1

Al Madeenah Language 1 (ARB 101)

Dari Alfabet hingga Struktur Kalimat Dasar
Dari alfabet Arab hingga struktur kalimat, kata ganti, dan konstruksi kepemilikan - fondasi bahasa Arab sebelum lanjut ke ARB 102.
Isim Isyarah & Jumlah · Idhafah & Na't · Dhamir Muttasil · Asma' al-Khamsah
P

Pendahuluan - Alfabet & Fondasi Dasar الأساسيات

Kenapa bagian ini penting

ARB 101 dimulai dari nol - alfabet, tanda baca vokal, dan konsep dasar kata benda/kata kerja/partikel. Modul 1 memadatkan hampir seluruh kerangka tata bahasa Arab yang akan terus dipakai sepanjang semester, jadi bagian ini wajib benar-benar dikuasai sebelum lanjut.

Sumber Referensi Mata Kuliah

SumberPenulisKeterangan
Duroos Al-Lughah Al-'Arabiyyah li-Ghayr An-Naatiqeena Bihaa دُرُوسُ اللُّغَةِ العَرَبِيَّةِ لِغَيْرِ النَّاطِقِينَ بِهَاDr. V. 'Abdur-Raheem, Islamic University of MadinahDikenal luas sebagai "Al-Madinah Arabic Reader" - seri buku standar pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab, dipakai sebagai dasar 30 modul ARB 101

Alfabet Arab حُرُوفُ اللُّغَةِ العَرَبِيَّة

Alfabet Arab berjumlah 29 huruf: 28 huruf konsonan (punya bunyi ucap sendiri) ditambah Alif sebagai huruf ke-29 yang tidak memiliki bunyi ucap sendiri - Alif hanya berfungsi memanjangkan vokal fathah.

ء ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن هـ و ي

Hamzah vs Alif - Perbedaan yang Sering Tertukar

Alif (أَلِفٌ) adalah huruf ke-29, tidak berbunyi sendiri. Hamzah (هَمْزَةٌ) adalah huruf berbunyi yang biasanya "menumpang" di atas/bawah Alif, Waw, atau Ya - sering disangka sama padahal dua huruf berbeda.

ContohHuruf ke-1Huruf sebelum/sesudah ه
أَحْمَدَHamzah هَمْزَة-
إِبْرَاهِيمَHamzah هَمْزَةhuruf ke-4 (sebelum/sesudah هـ) adalah Alif

Kadang huruf Waw (و) atau Ya (ي) juga "menumpangi" Hamzah, misalnya pada ؤ dan ئ.

3 Tanda Baca Vokal (Harakat) الحَرَكَات

رُ
Dammah - bunyi "u"
رَ
Fathah - bunyi "a"
رِ
Kasrah - bunyi "i"
سْ
Sukun - tanpa vokal

Ketiga harakat ini adalah vokal pendek. Untuk memanjangkannya (mad), tambahkan huruf mad yang sesuai: سُ → سُو, سَ → سَا, سِ → سِي.

3 Bagian Kalimah (Kata) أَقْسَامُ الكَلِمَة

JenisDefinisiContoh
اِسْمٌ (Isim)Kata benda - mencakup nomina, kata ganti, kata sifat, kata keteranganكِتَابٌ، هُوَ
فِعْلٌ (Fi'il)Kata kerjaلَعِبَ، يَلْعَبُ
حَرْفٌ (Harf)Partikel - preposisi, konjungsi, dll, tidak punya makna mandiriفَوْقَ، حَرْفُ الجَرِّ، حَرْفُ العَطْفِ

Nakirah & Ma'rifah (Kata Benda Tak Tentu/Tentu)

Bahasa Arab tidak punya artikel "a/an" - kata benda tak tentu (نَكِرَةٌ) ditandai Tanwin (dua tanda vokal di akhir kata). Bahasa Arab juga tidak punya artikel "the" - kata benda tentu (مَعْرِفَةٌ) ditandai awalan الْـ, dan saat itu kata TIDAK BOLEH memakai tanwin lagi.

Nakirah (Tanwin)Ma'rifah (Al-)Arti
قَلَمٌالْقَلَمُ(sebuah) pena / pena itu
بَيْتٌالْبَيْتُ(sebuah) rumah / rumah itu

3 Akhiran I'rab pada Isim

Huruf terakhir sebuah isim berubah harakat tergantung fungsinya dalam kalimat - inilah sistem i'rab yang akan terus dipakai sepanjang semester.

I'rabNamaHarakatFungsi Umum
Rafa'مَرْفُوعٌالْقَلَمُ (Dammah)Subjek/Mubtada/Khabar - kasus nominatif, paling umum
Nashabمَنْصُوبٌالقَلَمَ (Fathah)Objek - kasus akusatif
Jarrمَجْرُورٌالقَلَمِ (Kasrah)Setelah huruf jarr/idhafah - kasus genitif
Contoh Ayat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Perhatikan tiga akhiran berbeda pada "Allah": اللهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (marfu' - subjek), آمَنْتُ بِاللهِ (majrur - setelah huruf jarr بِ).

1

Isim Isyarah & Kata Tanya اسم الإشارة

Bahasa Arab tidak memiliki kata kerja "to be" (copula) - tidak ada padanan untuk "is/am/are". Ini mempengaruhi seluruh cara membentuk kalimat pernyataan dan pertanyaan sederhana.

هَذَا (Ini - dekat)

Kata tunjuk untuk sesuatu yang dekat, dipakai untuk benda maupun manusia (maskulin).

هَذَا بَيْتٌ - Ini (adalah) rumah

هَذَا طَبِيبٌ - Ini (adalah) dokter

هَذِهِ (Ini - dekat, feminin)

Versi feminin dari هَذَا, dipakai untuk kata benda feminin atau perempuan.

هَذِهِ سَيَّارَةٌ - Ini (adalah) mobil

ذَلِكَ (Itu - jauh)

Kata tunjuk untuk sesuatu yang lebih jauh, dipakai untuk benda maupun manusia (maskulin).

ذَلِكَ نَجْمٌ - Itu (adalah) bintang

تِلْكَ (Itu - jauh, feminin)

Versi feminin dari ذَلِكَ, dipakai dengan kata benda feminin tunggal yang letaknya jauh.

تِلْكَ حَدِيقَةٌ - Itu (adalah) taman

Tidak Ada Kata Kerja "Is/Am/Are"

Kalimat هَذَا بَيْتٌ secara harfiah hanya "ini rumah" - tidak ada kata terpisah untuk "adalah". Inilah salah satu perbedaan paling mendasar dari bahasa Inggris/Indonesia yang harus dibiasakan sejak awal.

Kata Tanya: مَا (Apa) & مَنْ (Siapa)

Kata TanyaDipakai untukContoh
مَا (Apa)Benda/hal yang tidak berakal (bukan manusia)مَا هَذَا؟ هَذَا كِتَابٌ.
مَنْ (Siapa)Manusia (laki-laki/perempuan)مَنْ هَذَا؟ هَذَا مُحَمَّدٌ.

Pertanyaan Ya/Tidak: أَ... ؟ & هَلْ...؟

Untuk pertanyaan ya/tidak, tambahkan أَ (hamzatul istifham) atau هَلْ di awal kalimat. Jawaban: نَعَمْ (ya) atau لَا (tidak).

أَهَذَا مَسْجِدٌ؟ نَعَمْ، هَذَا مَسْجِدٌ. / لَا، هَذَا بَيْتٌ.

Perbedaan أَ dan هَلْ

Keduanya sama-sama membentuk pertanyaan ya/tidak dan bisa dipakai saling menggantikan pada kalimat sederhana - namun أَ lebih umum dipakai saat penanya sudah punya dugaan jawaban tertentu, sedangkan هَلْ bersifat netral.

2

Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal) الجملة الاسمية

Bahasa Arab punya 2 jenis kalimat: Jumlah Ismiyyah (dimulai kata benda) dan Jumlah Fi'liyyah (dimulai kata kerja). Bagian ini membahas struktur Jumlah Ismiyyah.

Mubtada & Khabar

Jumlah Ismiyyah terdiri dari 2 bagian: الْمُبْتَدَأُ (subjek, biasanya kata benda tentu/ma'rifah) dan الْخَبَرُ (predikat/"berita", biasanya kata benda tak tentu/nakirah). Keduanya umumnya berharakat marfu' (dammah).

KalimatMubtadaKhabar
الْبَابُ مَفْتُوحٌالْبَابُ (marfu' bidammah)مَفْتُوحٌ (marfu' bidammah)
مُحَمَّدٌ طَبِيبٌمُحَمَّدٌطَبِيبٌ

Syibhul Jumlah sebagai Khabar (Frasa Preposisi)

Khabar tidak selalu satu kata - bisa juga berupa شِبْهُ الْجُمْلَةِ (frasa mirip-kalimat): huruf jarr + isim majrur, disebut juga جَارٌّ وَمَجْرُورٌ.

مُحَمَّدٌ فِي الْبَيْتِ - Muhammad di rumah

مُحَمَّدٌ = mubtada (marfu'); فِي = huruf jarr; الْبَيْتِ = isim majrur; فِي الْبَيْتِ secara keseluruhan berfungsi sebagai khabar.

Kata Sifat & Lawan Kata (Mudhad)

  • مَفْتُوحٌ (terbuka) ≠ مُغْلَقٌ (tertutup)
  • جَدِيدٌ (baru) ≠ قَدِيمٌ (lama)
  • كَبِيرٌ (besar) ≠ صَغِيرٌ (kecil)
  • قَرِيبٌ (dekat) ≠ بَعِيدٌ (jauh)
  • ثَقِيلٌ (berat) ≠ خَفِيفٌ (ringan)
  • بَارِدٌ (dingin) ≠ حَارٌّ (panas)
  • غَنِيٌّ (kaya) ≠ فَقِيرٌ (miskin)
  • نَظِيفٌ (bersih) ≠ وَسِخٌ (kotor)
3

Huruf Jarr & Dhamir Munfasil حروف الجر والضمائر

4 Huruf Jarr Dasar

HurufArtiContoh
فِيdi dalamفِي الْبَيْتِ - di dalam rumah
عَلَىdi atasعَلَى الْمَكْتَبِ - di atas meja
مِنْdariمِنَ الْبَيْتِ - dari rumah
إِلَىke/menujuإِلَى الْمَسْجِدِ - ke masjid

Kata benda setelah huruf jarr selalu majrur (kasrah).

14 Dhamir Munfasil (Kata Ganti Terpisah)

Dhamir terbagi 3 kelompok: مُتَكَلِّم (orang pertama), مُخَاطَب (orang kedua/lawan bicara), dan غَائِب (orang ketiga).

DhamirArtiKelompok
أَنَاSayaMutakallim
نَحْنُKami/Kita
أَنْتَ / أَنْتِKamu (lk/pr, tunggal)Mukhathab
أَنْتُمَاKalian berdua
أَنْتُمْKalian (lk, jamak)
أَنْتُنَّKalian (pr, jamak)
هُوَ / هِيَDia (lk/pr, tunggal)Ghaib
هُمَاMereka berdua
هُمْMereka (lk, jamak)
هُنَّMereka (pr, jamak)

2 Jenis Taa - Penanda Feminin

تَاءٌ مَفْتُوحَة (Taa Terbuka)

Bisa di awal, tengah, atau akhir kata. Tidak selalu menandakan feminin.

تَاجِرٌ، التُّفَّاحُ، بَيْتٌ

تَاءٌ مَرْبُوطَة (Taa Terikat)

Hanya muncul di akhir kata (ة). Menandakan kata itu feminin.

سَاعَةٌ، فَاطِمَةُ، غُرْفَةٌ

4

Jumlah Fi'liyyah (Kalimat Verbal) الجملة الفعلية

Fi'il & Fa'il

Jumlah Fi'liyyah dimulai dengan kata kerja (الْفِعْلُ). Pelaku perbuatan disebut الْفَاعِلُ (subjek) - selalu berharakat marfu'.

خَرَجَ الْمُدَرِّسُ مِنَ الْفَصْلِ - Guru itu keluar dari kelas

Perhatikan urutan: Fi'il lebih dulu, baru Fa'il - kebalikan dari urutan Subjek-Kata Kerja dalam bahasa Indonesia/Inggris.

Fa'il Zhahir vs Fa'il Mustatir

الْفَاعِلُ الظَّاهِرُ (Tampak)

Fa'il-nya disebutkan secara eksplisit dalam kalimat.

ذَهَبَ التَّاجِرُ إِلَى الدُّكَّانِ

الْفَاعِلُ الْمُسْتَتِرُ (Tersembunyi)

Fa'il-nya tidak disebutkan tapi tersirat lewat konjugasi kata kerja (biasanya dhamir "dia").

أَيْنَ مُحَمَّدٌ؟ خَرَجَ. (fa'il tersembunyi = هُوَ)

Fleksibilitas Urutan Kata

Berbeda dari bahasa Inggris/Indonesia, urutan Fi'il-Fa'il dalam bahasa Arab bisa dibalik tanpa mengubah arti - مُحَمَّدٌ كَتَبَ الدَّرْسَ dan كَتَبَ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ sama-sama berarti "Muhammad menulis pelajaran itu", karena makna ditentukan oleh harakat i'rab, bukan posisi kata.

5

Tashrif Fi'il Madhi (Konjugasi Lampau) تصريف الفعل الماضي

Kata kerja lampau (الْفِعْلُ الْمَاضِي) berubah akhirannya sesuai pelaku - berikut tashrif lengkap 14 dhamir memakai contoh خَرَجَ (keluar).

DhamirTashrifArti
هُوَخَرَجَDia (lk) keluar
هُمَا (lk)خَرَجَاMereka berdua (lk) keluar
هُمْخَرَجُواMereka (lk) keluar
هِيَخَرَجَتْDia (pr) keluar
هُمَا (pr)خَرَجَتَاMereka berdua (pr) keluar
هُنَّخَرَجْنَMereka (pr) keluar
أَنْتَخَرَجْتَKamu (lk) keluar
أَنْتُمَاخَرَجْتُمَاKalian berdua keluar
أَنْتُمْخَرَجْتُمْKalian (lk) keluar
أَنْتِخَرَجْتِKamu (pr) keluar
أَنْتُنَّخَرَجْتُنَّKalian (pr) keluar
أَنَاخَرَجْتُSaya keluar
نَحْنُخَرَجْنَاKami/kita keluar
2 Wazan (Pola) Fi'il Madhi

Kebanyakan fi'il madhi mengikuti pola فَعَلَ (fathah-fathah, contoh: كَتَبَ، ذَهَبَ، دَرَسَ), namun sebagian mengikuti فَعِلَ (fathah-kasrah, contoh: شَرِبَ، سَمِعَ، حَفِظَ، فَهِمَ). Perbedaan pola ini tidak mengubah cara konjugasinya dengan 14 dhamir.

Nama-Nama Negara (Kosakata Terkait)

  • الصِّينُ - Cina
  • الْيَابَانُ - Jepang
  • الْهِنْدُ - India
  • الْفِلِبِّينُ - Filipina
6

Huruf Qamariyyah & Syamsiyyah الحروف القمرية والشمسية

28 huruf konsonan Arab (di luar Alif) terbagi 2 kelompok berdasarkan cara pengucapan awalan الْـ (al-ta'rif) di depannya - masing-masing berjumlah 14 huruf.

الحُرُوفُ القَمَرِيَّة (Huruf Bulan)

الـ tetap diucapkan jelas dengan sukun di atas Lam. Huruf setelahnya tidak diberi tasydid.

ب ء ت ث ج ح خ ع غ ف ق ك م هـ ي

بَابٌ → الْبَابُ    قَمَرٌ → الْقَمَرُ

الحُرُوفُ الشَّمْسِيَّة (Huruf Matahari)

Lam pada الـ TIDAK diucapkan (di-idgham-kan/dilebur) - huruf setelahnya diberi tasydid sebagai gantinya.

ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

تَاجِرٌ → التَّاجِرُ (dibaca "at-taajir")    ذَهَبٌ → الذَّهَبُ

Catatan Hamzatul Wasl

Hamzah pada الـ selalu berjenis هَمْزَةُ الْوَصْلِ (hamzah sambung) baik pada huruf qamariyyah maupun syamsiyyah - artinya hamzah ini hanya diucapkan bila berada di awal ucapan, dan "lebur" (tidak diucapkan) bila didahului kata lain.

7

Al-Idhafah (Konstruksi Kepemilikan) الإضافة

Bahasa Inggris/Indonesia menyatakan kepemilikan dengan "of" atau akhiran " 's" ("Muhammad's pen"). Bahasa Arab tidak punya partikel setara - sebagai gantinya dipakai konstruksi الإِضَافَةُ.

Mudhaf & Mudhaf Ilayh

Idhafah terdiri dari 2 kata benda berurutan: الْمُضَافُ (kata pertama, "yang dimiliki") dan الْمُضَافُ إِلَيْهِ (kata kedua, "pemilik").

IdhafahArti
قَلَمُ مُحَمَّدٍpena (milik) Muhammad
كِتَابُ الْوَلَدِbuku (milik) anak laki-laki itu
بَيْتُ التَّاجِرِrumah (milik) pedagang itu
3 Aturan Kunci Idhafah
  • Mudhaf TIDAK BOLEH memakai الـ dan TIDAK BOLEH memakai tanwin - hanya boleh diberi satu harakat sesuai kedudukannya dalam kalimat (dammah/fathah/kasrah).
  • Mudhaf Ilayh SELALU majrur (kasrah) - tanpa terkecuali, apa pun kedudukan Mudhaf-nya.
  • Kepastian (definiteness) seluruh frasa Idhafah ditentukan oleh Mudhaf Ilayh - jika Mudhaf Ilayh ma'rifah (mis. memakai الـ atau nama diri), seluruh frasa jadi ma'rifah.
8

An-Na't wal-Man'ut (Kata Sifat) النعت والمنعوت

Posisi Kata Sifat

Berbeda dari bahasa Indonesia yang menaruh sifat setelah kata benda ("rumah besar"), posisi kata sifat (النَّعْتُ) dalam bahasa Arab juga SETELAH kata benda yang disifati (الْمَنْعُوتُ) - namun aturannya jauh lebih ketat karena harus menyesuaikan 4 hal sekaligus.

بَيْتٌ كَبِيرٌ - rumah besar    الْبَيْتُ الْكَبِيرُ - rumah besar itu

4 Kesesuaian Wajib Na't dengan Man'ut
  1. Gender - maskulin dengan maskulin, feminin dengan feminin.
  2. Jumlah - tunggal dengan tunggal, dual dengan dual, jamak dengan jamak.
  3. Kepastian - ma'rifah dengan ma'rifah, nakirah dengan nakirah (keduanya sama-sama pakai الـ atau sama-sama tidak).
  4. I'rab - harakat akhir Na't mengikuti harakat akhir Man'ut (marfu'-marfu', mansub-mansub, majrur-majrur).
Man'ut + Na'tArti
طَالِبٌ جَدِيدٌsiswa baru
سَاعَةٌ جَمِيلَةٌjam yang indah (feminin cocok dengan feminin)
الْكِتَابُ الْجَدِيدُbuku baru itu (ma'rifah cocok dengan ma'rifah)
فِي الْمَدْرَسَةِ الْقَدِيمَةِdi sekolah lama itu (majrur cocok dengan majrur)
9

Al-Badal (Kata Pengganti/Aposisi) البدل

Isim Isyarah + Isim Ma'rifah = Badal

Ketika isim isyarah (هذا/ذلك/dst) diikuti langsung oleh isim ma'rifah (kata benda berawalan الـ), isim ma'rifah itu berfungsi sebagai بَدَلٌ (pengganti/penjelas) bagi isim isyarah - keduanya merujuk pada hal yang sama, dan Badal mengikuti i'rab isim isyarah yang digantikannya.

هَذَا الرَّجُلُ طَبِيبٌ - Orang ini (adalah) dokter

الرَّجُلُ di sini adalah Badal yang menjelaskan siapa yang dimaksud "هَذَا".

10

Ism Mawsul & Pengantar Diptote الاسم الموصول

Kata Ganti Penghubung (Relative Pronoun)

الِاسْمُ الْمَوْصُولُ (dalam bahasa Inggris: relative pronoun - "who/which/that") selalu ma'rifah dan muncul setelah isim ma'rifah untuk memperkenalkan klausa penjelas. Klausa yang mengikutinya disebut صِلَةُ الْمَوْصُولِ, boleh berupa kalimat nominal maupun verbal.

الَّذِي = yang (untuk maskulin tunggal) - dipakai untuk manusia, hewan, maupun benda

جَاءَ الرَّجُلُ الَّذِي يَعْمَلُ فِي الْمَسْجِدِ - Datang laki-laki yang bekerja di masjid itu

Pengantar Ism Mamnu' minas-Sarf (Diptote)

Sebagian kata benda tidak menerima tanwin sama sekali (disebut مَمْنُوعٌ مِنَ الصَّرْفِ) - dua kategori yang mulai dikenalkan di semester ini: kata sifat berpola أَفْعَلَان (contoh: عَطْشَانُ "haus", جَوْعَانُ "lapar", مَلآنُ "penuh") dan sebagian nama non-Arab. Pembahasan lengkap 8 jenis diptote ada di ARB 102.

11

Dhamir Muttasil (Kata Ganti Terikat) الضمير المتصل

Munfasil vs Muttasil

Dhamir munfasil (terpisah, seperti أَنَا/هُوَ/dst) HANYA dipakai untuk kedudukan marfu'. Untuk kedudukan mansub atau majrur, dhamir berubah bentuk menjadi الضَّمِيرُ الْمُتَّصِلُ (dhamir terikat) yang ditempelkan langsung ke akhir kata (kata kerja, kata benda, atau huruf jarr).

Dhamir MunfasilDhamir MuttasilContoh (dengan كِتَاب)Arti
أَنَاـِيكِتَابِيbukuku
أَنْتَـكَكِتَابُكَbukumu (lk)
أَنْتِـكِكِتَابُكِbukumu (pr)
هُوَـهُكِتَابُهُbukunya (lk)
هِيَـهَاكِتَابُهَاbukunya (pr)
نَحْنُـنَاكِتَابُنَاbuku kami/kita
Aturan Penempelan
  • Dhamir muttasil ditempel langsung di akhir kata (Fi'il, Isim, atau Harf Jarr) tanpa spasi.
  • Jika kata berakhiran taa marbuthah (ة), taa itu berubah jadi taa maftuhah (ت) sebelum ditempeli dhamir - misal سَاعَةٌ + هُ → سَاعَتُهُ.
  • Untuk kata benda jamak, bentuk jamaknya dulu baru ditempeli dhamir.
  • 5 dhamir tertentu (ـكِ، ـهِ، ـهِمَا، ـهِمْ، ـهِنَّ) berubah vokalnya jadi kasrah bila didahului huruf berkasrah atau ي - demi kemudahan pengucapan.
12

Zharaf & Ungkapan Kepemilikan الظرف

عِنْدِي vs لِي - "Saya Punya"

Bahasa Arab tidak punya kata kerja "punya/memiliki" seperti "have" - kepemilikan diungkapkan lewat huruf jarr + dhamir muttasil.

UngkapanDipakai untukContoh
عِنْدِيBendaعِنْدِي كِتَابٌ - Saya punya buku
لِيOrang/hubungan (mis. saudara, anak)لِي أَخٌ - Saya punya saudara laki-laki

Zharaf (Keterangan Tempat/Waktu)

الظَّرْفُ menunjukkan keterangan tempat atau waktu, umumnya di awal atau tengah kalimat sebelum kata yang diterangkan.

تَحْتَ - di bawah    فَوْقَ - di atas    هُنَاكَ - di sana

13

Jamak (Bentuk Plural) الجمع

Sebagian besar kata benda Arab memakai jamak taksir (bentuk plural tidak beraturan, pola kata berubah total) - harus dihafal satu per satu, tidak cukup dengan menambah akhiran.

Mufrad (Tunggal)Jamak (Plural)Arti Indonesia
بَيْتٌبُيُوتٌRumah
مَسْجِدٌمَسَاجِدُMasjid
بَابٌأَبْوَابٌPintu
كِتَابٌكُتُبٌBuku
قَلَمٌأَقْلَامٌPena
مِفْتَاحٌمَفَاتِيحُKunci
مَكْتَبٌمَكَاتِبُMeja / kantor
سَرِيرٌسُرُرٌRanjang
كُرْسِيٌّكَرَاسِيKursi
قَمِيصٌقُمْصَانٌBaju / kemeja
طَبِيبٌأَطِبَّاءُDokter
طَالِبٌطُلَّابٌPelajar / mahasiswa
وَلَدٌأَوْلَادٌAnak laki-laki
رَجُلٌرِجَالٌLaki-laki
تَاجِرٌتُجَّارٌPedagang
كَلْبٌكِلَابٌAnjing
حِمَارٌحَمِيرٌKeledai
جَمَلٌجِمَالٌUnta
مُدَرِّسٌمُدَرِّسُونَGuru (laki-laki)
مَرِيضَةٌمَرِيضَاتٌPasien perempuan
Jamak Mudzakkar Salim & Jamak Muannats Salim

Berbeda dari jamak taksir, sebagian kata (biasanya untuk profesi/pelaku) memakai jamak beraturan: jamak mudzakkar salim (tambah وْنَ/ينَ, contoh: مُدَرِّسُونَ) untuk laki-laki, dan jamak muannats salim (tambah اتٌ, contoh: مُدَرِّسَاتٌ) untuk perempuan.

14

Al-Asma' al-Khamsah & Topik Lanjutan الأسماء الخمسة

5 Kata Benda Khusus (Al-Asma' al-Khamsah)

الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ adalah 5 kata benda yang punya sistem i'rab berbeda dari kata benda pada umumnya - alih-alih berubah harakat (dammah/fathah/kasrah), akhirannya berubah huruf mad (و/ا/ي) ketika menjadi Mudhaf (bagian pertama Idhafah), kecuali bila ditempeli dhamir mutakallim (ي).

KataArtiMarfu'MansubMajrur
أَبٌAyahأَبُوأَبَاأَبِي
أَخٌSaudara laki-lakiأَخُوأَخَاأَخِي
حَمٌMertua laki-lakiحَمُوحَمَاحَمِي
فَمٌMulutفُوفَافِي
ذُوPemilik (dari)ذُوذَاذِي

هَذَا أَبُو مُحَمَّدٍ - Ini ayahnya Muhammad (marfu', karena mudhaf dalam kedudukan mubtada/khabar)

Syarat Berlaku I'rab Khusus Ini

Aturan perubahan huruf mad ini HANYA berlaku ketika kelima kata tersebut menjadi Mudhaf (idhafah) DAN Mudhaf Ilayh-nya bukan Yaa Mutakallim (ي - "-ku"). Jika ditempeli يَاءُ الْمُتَكَلِّمِ langsung (mis. "ayahku"), bentuknya kembali memakai kasrah biasa: أَبِي (ayahku), tanpa berubah sesuai i'rab.

2 Huruf Jarr Tambahan: عَنْ & بِـ

HurufArtiContoh
عَنْtentang / dari (menjauh)حَدَّثَنَا عَنِ الرَّسُولِ - dia bercerita kepada kami tentang Rasul
بِـdengan / memakai (menempel langsung ke kata setelahnya)كَتَبَ بِالْقَلَمِ - dia menulis dengan pena

Mubtada Nakirah & Taqdim-Ta'khir

Biasanya Mubtada harus ma'rifah - namun boleh nakirah (tak tentu) bila didahului Khabar berupa syibhul jumlah (jarr-majrur atau zharaf), karena posisi itu memberi makna "keberadaan" yang cukup spesifik.

فِي الْبَيْتِ رَجُلٌ - Di dalam rumah (ada) seorang laki-laki

IstilahPenjelasan
مُبْتَدَأٌ مُؤَخَّرٌMubtada yang posisinya "ditunda" ke akhir kalimat (mis. رَجُلٌ pada contoh di atas)
خَبَرٌ مُقَدَّمٌKhabar yang posisinya "dimajukan" ke awal kalimat (mis. فِي الْبَيْتِ pada contoh di atas)

Jenis-Jenis Khabar

Khabar tidak selalu satu kata tunggal (مُفْرَدٌ) - ada 3 bentuk utama: Khabar Mufrad (satu kata, mis. طَبِيبٌ), Khabar Syibhul Jumlah (frasa jarr-majrur atau zharaf, mis. فِي الْبَيْتِ), dan Khabar Jumlah (klausa lengkap nominal/verbal, mis. مُحَمَّدٌ بَيْتُهُ كَبِيرٌ - "Muhammad, rumahnya besar").

2 Jenis مَا

مَا punya 2 fungsi berbeda tergantung konteks: sebagai kata tanya ("apa", untuk benda mati - dibahas di bagian Isim Isyarah) dan sebagai huruf nafi (partikel negasi, "tidak/bukan").

مَا هَذَا؟ (Apa ini? - kata tanya)    مَا هَذَا كِتَابِي (Ini bukan bukuku - huruf nafi)

مَعَ - Zharaf Tempat & Waktu

مَعَ (bersama) bisa berfungsi sebagai zharaf makan (keterangan tempat) atau zharaf zaman (keterangan waktu) tergantung konteks kalimat.

جَلَسْتُ مَعَ أَخِي - Saya duduk bersama saudara laki-lakiku (makna kebersamaan/tempat)

أَصَلِّي مَعَ أَذَانِ الْفَجْرِ - Saya shalat bersamaan (waktu) dengan adzan Subuh

K

Daftar Kosakata Wajib Hafal المفردات

Kosakata mencakup seluruh modul, dari alfabet hingga akhir semester.

KC

Kartu Cepat - Tips & Rumus

Nakirah vs Ma'rifah

قَلَمٌ (nakirah, tanwin)  vs  الْقَلَمُ (ma'rifah, الـ - tanpa tanwin)

3 I'rab pada Isim

Marfu' (dammah) - Mansub (fathah) - Majrur (kasrah)

Mubtada & Khabar

Keduanya marfu'. Khabar bisa satu kata atau syibhul jumlah (jarr+majrur).

Fi'il Madhi

Fi'il selalu di depan Fa'il. Fa'il selalu marfu'. Pola: فَعَلَ atau فَعِلَ.

Idhafah

Mudhaf: tanpa الـ, tanpa tanwin. Mudhaf Ilayh: selalu majrur.

Na't wal-Man'ut

Harus cocok 4 hal: gender, jumlah, kepastian, i'rab.

Qamariyyah vs Syamsiyyah

Qamariyyah: Lam diucapkan (sukun). Syamsiyyah: Lam melebur (tasydid).

عِنْدِي vs لِي

عِنْدِي untuk benda, لِي untuk orang/hubungan.

U
PERSIAPAN UJIAN

Pertanyaan Kajian Ujian Tengah Semester

Daftar resmi Arabic 1 Mid Term Revision Questions, IOU - lengkap dengan jawaban

Daftar pertanyaan kajian resmi dari Islamic Online University untuk Ujian Tengah Semester Arabic 1, disusun ulang per kelompok modul dan dilengkapi jawaban ringkas berdasarkan pembahasan di atas.

Modul 1-3: Alfabet, Isim Isyarah & Kata Tanya
  • Berapa jumlah huruf dalam bahasa Arab? Apa beda konsonan & non-konsonan?
    Jawaban: 29 huruf total - 28 huruf konsonan (punya bunyi ucap sendiri, disebut "consonants") dan 1 huruf non-konsonan yaitu Alif (huruf ke-29, tidak punya bunyi ucap sendiri).
  • Apa perbedaan antara Alif dan Hamzah?
    Jawaban: Alif adalah huruf ke-29, tidak berbunyi sendiri, hanya berfungsi memanjangkan fathah. Hamzah adalah huruf berbunyi yang "menumpang" di atas/bawah Alif (atau kadang Waw/Ya) - contoh: huruf pertama pada أَحْمَدَ adalah Hamzah, bukan Alif.
  • Sebutkan 3 harakat beserta contohnya pada salah satu huruf Arab.
    Jawaban: Dammah (بُ - bunyi "u"), Fathah (بَ - bunyi "a"), Kasrah (بِ - bunyi "i").
  • Berikan contoh kata yang memiliki Sukun.
    Jawaban: بَيْتٌ (bayt) - huruf ي bersukun di tengah kata, atau أَكَلْتُ pada huruf ل sebelum ت.
  • Apa tanda kata benda Definite (ma'rifah) dan Indefinite (nakirah)?
    Jawaban: Nakirah ditandai Tanwin (dua harakat di akhir kata, mis. قَلَمٌ). Ma'rifah ditandai awalan الـ, dan saat itu tanwin dihapus (مِثال: الْقَلَمُ).
  • Berapa jumlah i'rab (akhiran) pada isim? Sebutkan namanya.
    Jawaban: 3 i'rab: Marfu' (rafa', dammah), Mansub (nashab, fathah), Majrur (jarr, kasrah).
  • Akhiran apa yang menjadi keadaan normal (default) kata benda? Apa harakatnya?
    Jawaban: Marfu' (rafa') - dengan harakat dammah - adalah keadaan i'rab paling umum/default, dipakai untuk mubtada & khabar dalam kalimat nominal serta fa'il dalam kalimat verbal.
  • Sebutkan bagian-bagian kalimah (parts of speech) dalam bahasa Arab.
    Jawaban: 3 bagian: Isim (kata benda, termasuk kata ganti/sifat/keterangan), Fi'il (kata kerja), Harf (partikel - preposisi, konjungsi, dll).
  • Apa arti kata هذا? Apa istilah tata bahasanya dalam bahasa Arab?
    Jawaban: Artinya "ini" (untuk yang dekat, maskulin) - disebut اسْمُ إِشَارَة (isim isyarah/kata tunjuk).
  • Saat bertanya dengan هذا untuk benda mati, kata tanya apa yang dipakai? Berikan contoh.
    Jawaban: مَا (apa) - contoh: مَا هَذَا؟ هَذَا كِتَابٌ. (Apa ini? Ini buku.)
  • Saat bertanya dengan هذا untuk manusia, kata tanya apa yang dipakai? Berikan contoh.
    Jawaban: مَنْ (siapa) - contoh: مَنْ هَذَا؟ هَذَا مُحَمَّدٌ. (Siapa ini? Ini Muhammad.)
  • Jawab pertanyaan berikut dengan "Ya": أَهَذَا بَيْتٌ؟
    Jawaban: نَعَمْ، هَذَا بَيْتٌ. (Ya, ini rumah.)
  • Jawab pertanyaan berikut dengan "Tidak": أَهَذَا حِمَارٌ؟
    Jawaban: لَا، هَذَا لَيْسَ حِمَارًا. / لَا. (Tidak, ini bukan keledai.)
  • Apa itu Syaddah?
    Jawaban: Tanda seperti huruf "w" kecil di atas huruf, menandakan huruf itu diucapkan dua kali (double) dalam satu kata - contoh: يَمُرُّ (asalnya يَمْرُرُ), مُحَمَّدٌ (asalnya مُحَمْمَدٌ).
  • Apa arti kata ذلك? Apa perbedaan antara هذا dan ذلك?
    Jawaban: ذلك artinya "itu" (untuk yang jauh, maskulin). هَذَا dipakai untuk yang dekat, ذَلِكَ dipakai untuk yang lebih jauh - keduanya sama-sama isim isyarah dan bisa dipakai untuk benda maupun manusia.
  • Kata هذا diucapkan berapa huruf?
    Jawaban: Ditulis dengan huruf هـ ذ ا (tanpa alif kedua ditulis penuh - alif kedua tersirat/pendek), namun diucapkan sebagai "haa-dzaa".
  • Jumlah Ismiyyah tersusun dari 2 komponen. Apa istilah Arabnya?
    Jawaban: الْمُبْتَدَأُ (mubtada/subjek) dan الْخَبَرُ (khabar/predikat).
Modul 4-6: Jumlah Ismiyyah, Hamzah & Huruf Qamariyyah/Syamsiyyah
  • Jenis kata benda apa yang Definite namun boleh berakhiran Tanwin?
    Jawaban: Nama diri (isim 'alam) seperti مُحَمَّدٌ - secara makna sudah pasti/tentu (definite) meski tetap memakai tanwin, karena tidak memakai الـ.
  • Sebutkan 2 jenis Hamzah. Apa perbedaannya? Beri masing-masing 2 contoh.
    Jawaban: (1) Hamzatul Qath' - selalu ditulis di atas/bawah Alif dan selalu diucapkan di awal, tengah, atau akhir kalimat (contoh: أَحْمَدُ، إِبْرَاهِيمُ). (2) Hamzatul Washl - hanya muncul di awal kata, tidak ditulis di atas/bawah Alif, dan hanya diucapkan bila berada di awal ucapan - tidak diucapkan bila didahului kata lain (contoh: الْكِتَابُ، الْقَلَمُ).
  • Huruf Arab terbagi 2 kategori. Sebutkan namanya dan jelaskan perbedaannya.
    Jawaban: Huruf Qamariyyah (huruf bulan) dan Huruf Syamsiyyah (huruf matahari). Pada huruf qamariyyah, Lam di الـ tetap diucapkan (bersukun). Pada huruf syamsiyyah, Lam tidak diucapkan/melebur, dan huruf setelahnya diberi tasydid sebagai gantinya.
  • Berikan contoh huruf qamariyyah & syamsiyyah masing-masing satu.
    Jawaban: Qamariyyah: بَابٌ → الْبَابُ (dibaca "al-baabu", Lam tetap terdengar). Syamsiyyah: تَاجِرٌ → التَّاجِرُ (dibaca "at-taajiru", Lam melebur jadi tasydid pada Taa).
  • Apa nama huruf jarr dalam bahasa Arab? Apa fungsinya?
    Jawaban: حَرْفُ الْجَرِّ (huruf jarr/preposisi). Fungsinya menghubungkan kata sebelum dan sesudahnya, dan mewajibkan kata benda setelahnya (isim majrur) berharakat kasrah.
Modul 7-9: Huruf Jarr, Dhamir & Jumlah Fi'liyyah
  • Apa arti في dan على? Buat 3 kalimat dengan في dan 3 kalimat dengan على.
    Jawaban: في = "di dalam", على = "di atas". Contoh: الْكِتَابُ فِي الْحَقِيبَةِ (buku di dalam tas); الْقَلَمُ فِي الْمَكْتَبِ (pena di dalam meja); هُوَ فِي الْمَسْجِدِ (dia di masjid); الْكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ (buku di atas meja); السَّاعَةُ عَلَى الْيَدِ (jam di atas tangan); الطَّائِرُ عَلَى الشَّجَرَةِ (burung di atas pohon).
  • Sebutkan seluruh Dhamir Munfasil beserta artinya.
    Jawaban: أَنَا (saya), نَحْنُ (kami/kita), أَنْتَ/أَنْتِ (kamu lk/pr), أَنْتُمَا (kalian berdua), أَنْتُمْ (kalian lk), أَنْتُنَّ (kalian pr), هُوَ/هِيَ (dia lk/pr), هُمَا (mereka berdua), هُمْ (mereka lk), هُنَّ (mereka pr) - total 14 dhamir.
  • Apa aturan mengenai akhiran nama laki-laki dan perempuan?
    Jawaban: Nama laki-laki umumnya memakai tanwin di akhir (mis. مُحَمَّدٌ), sedangkan nama perempuan umumnya TIDAK memakai tanwin karena berakhiran taa marbuthah yang menandakan feminin (mis. فَاطِمَةُ) atau termasuk kategori diptote.
  • Identifikasi Mubtada & Khabar dalam kalimat: الوَلَدُ فِي البيت.
    Jawaban: الْوَلَدُ = Mubtada (marfu' bidammah). فِي الْبَيْتِ = Khabar berbentuk syibhul jumlah (jarr + majrur).
  • Apa arti kata أين؟ Jawab pertanyaan berikut memakai dhamir: أينَ محمدٌ؟ أين زينبُ؟ أين الساعةُ؟ أينَ الطالبُ؟
    Jawaban: أَيْنَ = "di mana". Jawaban memakai dhamir: أَيْنَ مُحَمَّدٌ؟ هُوَ فِي الْمَسْجِدِ. / أَيْنَ زَيْنَبُ؟ هِيَ فِي الْبَيْتِ. / أَيْنَ السَّاعَةُ؟ هِيَ عَلَى الْمَكْتَبِ. / أَيْنَ الطَّالِبُ؟ هُوَ فِي الْفَصْلِ.
  • Buat pertanyaan dengan masing-masing kata tanya: ما، ماذا، أ، مَنْ، أين.
    Jawaban: مَا هَذَا؟ (Apa ini?) / مَاذَا تَقْرَأُ؟ (Apa yang kamu baca?) / أَهَذَا كِتَابٌ؟ (Apakah ini buku?) / مَنْ هَذَا؟ (Siapa ini?) / أَيْنَ الْكِتَابُ؟ (Di mana buku itu?)
  • Sebutkan 2 jenis Taa beserta contohnya.
    Jawaban: Taa Maftuhah (تَاءٌ مَفْتُوحَة) - bisa di awal/tengah/akhir kata, contoh: تَاجِرٌ. Taa Marbuthah (تَاءٌ مَرْبُوطَة) - hanya di akhir kata (ة), menandakan feminin, contoh: سَاعَةٌ.
  • Berikan bentuk jamak & dual dari dhamir: هو، هي، أنتَ، أنتِ، أنا.
    Jawaban: هُوَ → dual هُمَا, jamak هُمْ. هِيَ → dual هُمَا, jamak هُنَّ. أَنْتَ → dual أَنْتُمَا, jamak أَنْتُمْ. أَنْتِ → dual أَنْتُمَا, jamak أَنْتُنَّ. أَنَا → jamak/dual bersama نَحْنُ (tidak ada bentuk dual khusus untuk mutakallim).
  • Apa arti مِنْ dan إلى؟ Buat 3 kalimat dengan مِنْ dan 3 kalimat dengan إلى.
    Jawaban: مِنْ = "dari", إِلَى = "ke/menuju". Contoh: خَرَجَ مِنَ الْبَيْتِ (keluar dari rumah); ذَهَبَ الطَّالِبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ (siswa itu pergi ke sekolah); هُوَ مِنَ الْيَابَانِ (dia dari Jepang); سَافَرْتُ إِلَى مَكَّةَ (saya bepergian ke Makkah); رَجَعَ مِنَ السُّوقِ (kembali dari pasar); ذَهَبَ إِلَى الْمَسْجِدِ (pergi ke masjid).
  • Sebutkan 2 jenis kalimat dalam bahasa Arab. Apa perbedaannya?
    Jawaban: Jumlah Ismiyyah (kalimat nominal, dimulai kata benda) dan Jumlah Fi'liyyah (kalimat verbal, dimulai kata kerja). Perbedaan utama: urutan kata dan cara menentukan subjek - Jumlah Ismiyyah punya Mubtada-Khabar, Jumlah Fi'liyyah punya Fi'il-Fa'il dengan urutan Fi'il selalu di depan.
  • Fa'il bisa Zhahir (tampak) atau Mustatir (tersembunyi). Berikan contoh keduanya.
    Jawaban: Zhahir: ذَهَبَ التَّاجِرُ إِلَى الدُّكَّانِ (fa'il "التَّاجِرُ" disebutkan eksplisit). Mustatir: خَرَجَ. (fa'il tersembunyi = هُوَ, tersirat dari konjugasi kata kerja saja).
Modul 10-15: Tashrif, Idhafah, Hamzatul Istifham & Isim Muannats
  • Apa akhiran i'rab (harakat) untuk Fa'il?
    Jawaban: Fa'il selalu marfu' (dammah), sama seperti Mubtada & Khabar dalam kalimat nominal.
  • Berikan contoh kata kerja untuk orang ketiga (tunggal, dual, jamak).
    Jawaban: خَرَجَ (dia lk, tunggal) - خَرَجَا (mereka berdua lk) - خَرَجُوا (mereka lk, jamak); atau untuk feminin: خَرَجَتْ (dia pr) - خَرَجَتَا (mereka berdua pr) - خَرَجْنَ (mereka pr, jamak).
  • Gunakan kata kerja ذهب dengan semua bentuk dhamir (orang 1, 2, 3 - tunggal, dual, jamak).
    Jawaban: ذَهَبَ (هو), ذَهَبَا (هما-lk), ذَهَبُوا (هم), ذَهَبَتْ (هي), ذَهَبَتَا (هما-pr), ذَهَبْنَ (هن), ذَهَبْتَ (أنت-lk), ذَهَبْتُمَا (أنتما), ذَهَبْتُمْ (أنتم), ذَهَبْتِ (أنتِ), ذَهَبْتُنَّ (أنتن), ذَهَبْتُ (أنا), ذَهَبْنَا (نحن) - mengikuti pola tashrif fi'il madhi standar 14 dhamir.
  • Apa arti kata: الصين، اليابان، الهند، الفلبين؟
    Jawaban: الصِّينُ = Cina, الْيَابَانُ = Jepang, الْهِنْدُ = India, الْفِلِبِّينُ = Filipina.
  • Apa nama konstruksi رسولُ اللهِ ini? Apa istilah kata pertama & kedua? Apa perbedaan keduanya?
    Jawaban: Konstruksi ini disebut الْإِضَافَةُ (Idhafah). Kata pertama (رَسُولُ) disebut الْمُضَافُ, kata kedua (اللهِ) disebut الْمُضَافُ إِلَيْهِ. Perbedaan: Mudhaf tidak boleh memakai الـ atau tanwin dan harakatnya menyesuaikan kedudukan dalam kalimat; Mudhaf Ilayh selalu majrur (kasrah), tanpa terkecuali.
  • Terjemahkan: قلمُ محمدٍ، كتابُ الولدِ، بيتُ التاجرِ، دفترُ الطبيبِ.
    Jawaban: قَلَمُ مُحَمَّدٍ = pena Muhammad. كِتَابُ الْوَلَدِ = buku anak laki-laki itu. بَيْتُ التَّاجِرِ = rumah pedagang itu. دَفْتَرُ الطَّبِيبِ = buku catatan dokter itu.
  • Terjemahkan ke bahasa Arab: Wahai Muhammad! Wahai guru! Wahai Maryam!
    Jawaban: يَا مُحَمَّدُ! / يَا مُدَرِّسُ! / يَا مَرْيَمُ! - memakai huruf nida' يَا sebelum nama/panggilan, tanpa tanwin pada kata yang dipanggil.
  • Sebutkan 2 kata benda yang diawali Hamzatul Wasl. Jelaskan aturan Hamzah untuk keduanya.
    Jawaban: Contoh umum: اِسْمٌ (nama) dan اِبْنٌ (anak laki-laki) - keduanya diawali hamzatul washl, artinya hamzah ini hanya diucapkan bila berada di awal ucapan/kalimat, dan tidak diucapkan (melebur) bila didahului kata lain dalam kalimat yang sama.
  • Buat kalimat dengan kata keterangan: تحت، هناك.
    Jawaban: الْقِطُّ تَحْتَ الْمَكْتَبِ (kucing itu di bawah meja). هُنَاكَ مَسْجِدٌ كَبِيرٌ (di sana ada masjid besar).
  • Terjemahkan & jawab: Pena siapa ini? Jam siapa ini? Buku siapa itu?
    Jawaban: لِمَنْ هَذَا الْقَلَمُ؟ هَذَا الْقَلَمُ لِمُحَمَّدٍ. / لِمَنْ هَذِهِ السَّاعَةُ؟ هَذِهِ السَّاعَةُ لِفَاطِمَةَ. / لِمَنْ ذَلِكَ الْكِتَابُ؟ ذَلِكَ الْكِتَابُ لِلطَّالِبِ. (Memakai لِـ + siapa untuk menanyakan kepemilikan.)
  • Apa perbedaan antara همزة الاستفهام dan هل؟ Jelaskan dengan contoh.
    Jawaban: Keduanya membentuk pertanyaan ya/tidak dan sering saling menggantikan. أَ (hamzatul istifham) lebih sering dipakai saat penanya sudah punya dugaan jawaban, sedangkan هَلْ bersifat lebih netral. Contoh: أَهَذَا كِتَابُكَ؟ vs هَلْ هَذَا كِتَابُكَ؟ - keduanya sah dan berarti "Apakah ini bukumu?"
  • Apa tanda kata benda feminin? Apa jenis-jenis kata benda feminin?
    Jawaban: Tanda paling umum adalah taa marbuthah (ة) di akhir kata. Jenis lain kata benda feminin: nama perempuan tanpa taa marbuthah (mis. زَيْنَبُ), bagian tubuh yang berpasangan (mis. يَدٌ - tangan), dan kata benda yang secara alami feminin tanpa penanda eksplisit (mis. شَمْسٌ - matahari).
  • Apa perbedaan antara هذا dan هذه؟
    Jawaban: هَذَا dipakai untuk kata benda maskulin yang dekat, هَذِهِ dipakai untuk kata benda feminin yang dekat (mis. هَذِهِ سَيَّارَةٌ - ini mobil).
U
PERSIAPAN UJIAN

Pertanyaan Kajian Ujian Akhir Semester

Daftar resmi Arabic 1 Final Exam Study Questions, IOU - lengkap dengan jawaban

Daftar pertanyaan kajian resmi IOU untuk Ujian Akhir Semester Arabic 1, mencakup materi setelah UTS (Al-Idhafah lanjutan hingga Asma' al-Khamsah).

Al-Idhafah Lanjutan, An-Na't wal-Man'ut & Asma' al-Khamsah
  • Apa arti huruf jarr لِـ? Berikan 2 contoh penggunaannya.
    Jawaban: لِـ berarti "untuk/milik". Contoh: هَذَا الْكِتَابُ لِمُحَمَّدٍ (buku ini milik Muhammad); لِي أَخٌ (saya punya saudara laki-laki - dipakai untuk kepemilikan orang/hubungan).
  • Apa perbedaan antara هذا dan هذه? Jelaskan dengan 3 contoh kalimat masing-masing.
    Jawaban: هَذَا untuk maskulin (هَذَا بَيْتٌ، هَذَا قَلَمٌ، هَذَا رَجُلٌ), هَذِهِ untuk feminin (هَذِهِ سَيَّارَةٌ، هَذِهِ سَاعَةٌ، هَذِهِ امْرَأَةٌ).
  • Apa perbedaan antara ذلك dan تلك? Jelaskan dengan 3 contoh kalimat masing-masing.
    Jawaban: ذَلِكَ untuk maskulin jauh (ذَلِكَ بَيْتٌ، ذَلِكَ نَجْمٌ، ذَلِكَ كِتَابٌ), تِلْكَ untuk feminin jauh (تِلْكَ حَدِيقَةٌ، تِلْكَ سَيَّارَةٌ، تِلْكَ مَدْرَسَةٌ).
  • Buat kalimat lengkap memakai setiap isim isyarah dengan konstruksi Idhafah.
    Jawaban: هَذَا قَلَمُ مُحَمَّدٍ (ini pena Muhammad); ذَلِكَ بَيْتُ التَّاجِرِ (itu rumah pedagang); تِلْكَ حَقِيبَةُ فَاطِمَةَ (itu tas Fatimah).
  • Jelaskan perbedaan makna antara: هذا مسجدٌ dan هذا المسجدُ.
    Jawaban: هَذَا مَسْجِدٌ (Ini sebuah masjid - khabar nakirah, pernyataan biasa). هَذَا الْمَسْجِدُ (Ini masjid itu - jika الْمَسْجِدُ berfungsi sebagai Badal yang menjelaskan/menentukan objek tunjuk secara spesifik, bukan lagi kalimat mubtada-khabar penuh).
  • Apa itu Al-Badal? Jelaskan dan berikan contoh dengan setiap isim isyarah.
    Jawaban: Al-Badal adalah kata pengganti/penjelas yang mengikuti isim isyarah untuk memperjelas apa yang ditunjuk, dan mengikuti i'rab isim isyarah tersebut. Contoh: هَذَا الرَّجُلُ طَبِيبٌ؛ ذَلِكَ الْكِتَابُ جَدِيدٌ؛ تِلْكَ الْمَدْرَسَةُ كَبِيرَةٌ.
  • Berikan 2 contoh kalimat di mana Al-Badal berkedudukan marfu', dan 2 contoh majrur.
    Jawaban: Marfu' (mengikuti isim isyarah sebagai mubtada): هَذَا الرَّجُلُ مُدَرِّسٌ؛ ذَلِكَ الْبَيْتُ كَبِيرٌ. Majrur (mengikuti isim isyarah setelah huruf jarr): فِي هَذَا الْبَيْتِ الْكَبِيرِ؛ مِنْ ذَلِكَ الْكِتَابِ الْجَدِيدِ.
  • Apa yang dimaksud Hidden Vowels (harakat tersembunyi)? Berikan contoh kata yang harakatnya tersembunyi saat marfu' dan majrur.
    Jawaban: Sebagian kata (terutama yang berakhiran alif maqshurah ى, seperti مُصْطَفَى) tidak bisa menerima harakat i'rab secara terucap/tertulis karena struktur hurufnya - harakatnya dianggap "tersembunyi" (muqaddarah) baik dalam kedudukan marfu' maupun majrur, meski secara i'rab tetap berlaku.
  • Apa itu An-Na't wal-Man'ut? Sebutkan 4 syarat kesesuaiannya dengan contoh masing-masing.
    Jawaban: Na't (kata sifat) mengikuti Man'ut (kata benda yang disifati) dalam 4 hal: (1) Gender - طَالِبٌ جَدِيدٌ (mk-mk); (2) Jumlah - tunggal/dual/jamak cocok; (3) Kepastian - الْكِتَابُ الْجَدِيدُ (ma'rifah-ma'rifah); (4) I'rab - فِي الْمَدْرَسَةِ الْقَدِيمَةِ (majrur-majrur).
  • Terjemahkan: هذا المسجدُ الجميلُ كبيرٌ / هذه المدرسةُ القديمةُ صغيرةٌ / ذلك الكتابُ الجديدُ لمحمد / تلك الحقيبةُ الصغيرةُ للمدرِّس. Identifikasi mubtada, khabar, badal, na't, dan man'ut pada setiap kalimat.
    Jawaban: (1) "Masjid yang indah ini besar" - الْمَسْجِدُ=Badal(marfu'), الْجَمِيلُ=Na't dari الْمَسْجِدُ, كَبِيرٌ=Khabar, هَذَا=Mubtada. (2) "Sekolah lama ini kecil" - struktur sama dengan feminin. (3) "Buku baru itu milik Muhammad" - الْكِتَابُ=Badal, الْجَدِيدُ=Na't, لِمُحَمَّدٍ=Khabar (syibhul jumlah). (4) "Tas kecil itu milik guru" - struktur sama dengan feminin.
  • Apa itu Ism Mamnu' minas-Sarf (Diptote Noun)? Jelaskan dengan contoh.
    Jawaban: Kata benda yang tidak menerima tanwin dan kasrah (bila majrur, memakai fathah sebagai gantinya). Contoh kategori yang dipelajari di semester ini: kata sifat berpola أَفْعَلَان (عَطْشَانُ - haus, جَوْعَانُ - lapar, مَلآنُ - penuh) dan sebagian nama non-Arab/nama perempuan.
  • Kapan kata ganti penghubung (relative pronoun) dipakai?
    Jawaban: Ism mawsul (الَّذِي dkk) dipakai setelah isim ma'rifah untuk memperkenalkan klausa penjelas (shilatul mawsul) tentang isim tersebut - baik merujuk pada manusia maupun benda.
  • Berikan 2 contoh ism mawsul merujuk pada benda dan 2 contoh merujuk pada manusia.
    Jawaban: Benda: الْكِتَابُ الَّذِي عَلَى الْمَكْتَبِ لِمُحَمَّدٍ (buku yang ada di atas meja milik Muhammad); الْبَيْتُ الَّذِي فِي الشَّارِعِ كَبِيرٌ. Manusia: الْمُدَرِّسُ الَّذِي فِي الْفَصْلِ مُدَرِّسٌ جَدِيدٌ (guru yang ada di kelas adalah guru baru); الرَّجُلُ الَّذِي يَعْمَلُ فِي الْمَسْجِدِ تَاجِرٌ.
  • Apa bentuk feminin dari الذي? Buat 2 kalimat dengan الذي dan 2 dengan bentuk femininnya.
    Jawaban: Bentuk feminin adalah الَّتِي. Maskulin: هُوَ الَّذِي فِي الْبَيْتِ؛ الْكِتَابُ الَّذِي لِمُحَمَّدٍ جَدِيدٌ. Feminin: هِيَ الَّتِي فِي الْفَصْلِ؛ السَّيَّارَةُ الَّتِي لِفَاطِمَةَ جَدِيدَةٌ.
  • Apa arti الضمائر المنفصلة dan الضمائر المتصلة? Jelaskan dengan contoh.
    Jawaban: Dhamir Munfasil (kata ganti terpisah, mis. أَنَا/هُوَ) hanya dipakai untuk kedudukan marfu' dan berdiri sendiri. Dhamir Muttasil (kata ganti terikat, mis. ـِي/ـهُ) ditempel langsung ke kata kerja/kata benda/huruf jarr untuk kedudukan mansub atau majrur, contoh: كِتَابُهُ (bukunya), رَأَيْتُهُ (saya melihatnya).
  • Ke jenis kata apa saja dhamir muttasil bisa menempel? Berikan contoh masing-masing.
    Jawaban: (1) Kata benda (menunjukkan kepemilikan) - كِتَابِي (bukuku); (2) Kata kerja (menunjukkan objek) - رَأَيْتُهُ (saya melihatnya); (3) Huruf jarr (menunjukkan objek preposisi) - لَهُ (untuknya), بِهِ (dengannya).
  • Kapan dhamir bisa berkedudukan marfu', dan kapan mansub/majrur? Jelaskan dengan contoh.
    Jawaban: Dhamir munfasil (أَنَا، هُوَ، dst) selalu marfu' - dipakai sebagai mubtada/fa'il. Dhamir muttasil berkedudukan mansub bila menempel ke fi'il sebagai objek (رَأَيْتُهُ), dan majrur bila menempel ke isim (kepemilikan, كِتَابُهُ) atau huruf jarr (لَهُ).
  • Gunakan setiap dhamir dalam bentuk terikat yang menempel ke kata benda, dan berikan artinya.
    Jawaban: كِتَابِي (bukuku-أنا), كِتَابُكَ (bukumu lk-أنتَ), كِتَابُكِ (bukumu pr-أنتِ), كِتَابُهُ (bukunya lk-هو), كِتَابُهَا (bukunya pr-هي), كِتَابُهُمَا (buku mereka berdua-هما), كِتَابُكُمَا (buku kalian berdua-أنتما), كِتَابُهُمْ (buku mereka lk-هم), كِتَابُهُنَّ (buku mereka pr-هن), كِتَابُكُمْ (buku kalian lk-أنتم), كِتَابُكُنَّ (buku kalian pr-أنتن), كِتَابُنَا (buku kami/kita-نحن).
  • Berikan 2 contoh menggunakan huruf jarr لِـ dengan dhamir muttasil.
    Jawaban: لَهُ أَخٌ (dia punya saudara laki-laki); لِي كِتَابٌ جَدِيدٌ (saya punya buku baru) - لِـ menempel langsung tanpa spasi ke dhamir muttasil.
  • Sebagian dhamir muttasil berubah vokal saat menempel ke kata berakhiran kasrah. Berikan contoh dalam kalimat lengkap.
    Jawaban: 5 dhamir (ـكِ، ـهِ، ـهِمَا، ـهِمْ، ـهِنَّ) berubah dari dammah ke kasrah bila didahului huruf berkasrah/ya - contoh: هَذَا كِتَابُهُ (bukunya) tapi فِي كِتَابِهِ (di dalam bukunya, هُ berubah jadi هِ karena didahului kasrah pada kitabi).
  • Jelaskan dengan contoh aturan penempelan ياء المتكلم (dhamir orang pertama) ke kata benda dan ke huruf jarr yang berakhiran ي atau ى.
    Jawaban: Ke kata benda biasa: langsung ditempel dengan kasrah sebelum ya, contoh كِتَابِي (bukuku). Ke huruf jarr berakhiran ي/ى (seperti فِي، عَلَى): ya mutakallim melebur dengan ya/alif maqshurah huruf jarr tersebut menjadi satu ya bertasydid, contoh فِيَّ (di dalamku, dari فِي + ي), عَلَيَّ (di atasku/kewajibanku, dari عَلَى + ي).
  • Apa arti Al-Asma' al-Khamsah? Jelaskan aturannya.
    Jawaban: Al-Asma' al-Khamsah adalah 5 kata benda khusus (أَبٌ، أَخٌ، حَمٌ، فَمٌ، ذُو) yang i'rabnya ditandai dengan perubahan huruf mad (وا ي, bukan harakat dammah/fathah/kasrah biasa) ketika menjadi Mudhaf dalam idhafah - selama Mudhaf Ilayh-nya bukan Yaa Mutakallim.
  • Apa tanda-tanda akhiran i'rab pada Al-Asma' al-Khamsah?
    Jawaban: Marfu' ditandai Waw (أَبُو), Mansub ditandai Alif (أَبَا), Majrur ditandai Ya (أَبِي) - menggantikan sistem dammah/fathah/kasrah yang berlaku pada kata benda pada umumnya.
  • Buat kalimat lengkap dengan setiap Al-Asma' al-Khamsah yang telah dipelajari.
    Jawaban: هَذَا أَبُو مُحَمَّدٍ (ini ayahnya Muhammad); رَأَيْتُ أَخَا فَاطِمَةَ (saya melihat saudaranya Fatimah); هَذَا حَمُو زَيْنَبَ (ini mertua laki-lakinya Zainab); فَمُ الْوَلَدِ صَغِيرٌ (mulut anak itu kecil); هُوَ ذُو عِلْمٍ (dia adalah pemilik ilmu/berilmu).
  • Apa arti عَنْ dan بِـ? Gunakan kedua kata itu dalam kalimat lengkap.
    Jawaban: عَنْ = "tentang/dari" - حَدَّثَنَا الْمُدَرِّسُ عَنِ التَّارِيخِ (guru bercerita kepada kami tentang sejarah). بِـ = "dengan/memakai" - كَتَبْتُ الدَّرْسَ بِالْقَلَمِ (saya menulis pelajaran dengan pena).
  • Kapan Mubtada boleh berbentuk Nakirah?
    Jawaban: Mubtada boleh nakirah bila Khabar-nya berupa syibhul jumlah (jarr-majrur atau zharaf) dan posisinya dimajukan sebelum Mubtada (Khabar Muqaddam) - karena struktur ini secara makna menunjukkan "keberadaan" yang cukup spesifik untuk dipahami meski nakirah.
  • Berikan 2 contoh Mubtada Nakirah.
    Jawaban: فِي الْبَيْتِ رَجُلٌ (di dalam rumah ada seorang laki-laki); عَلَى الْمَكْتَبِ كِتَابٌ (di atas meja ada sebuah buku) - keduanya memakai Khabar Muqaddam (frasa jarr-majrur) diikuti Mubtada Mu'akhkhar nakirah.
  • Apa istilah Arab ketika Mubtada ditunda ke akhir kalimat? Apa istilah ketika Khabar mendahului Mubtada?
    Jawaban: Mubtada yang ditunda disebut مُبْتَدَأٌ مُؤَخَّرٌ (Mubtada Mu'akhkhar). Khabar yang mendahului Mubtada disebut خَبَرٌ مُقَدَّمٌ (Khabar Muqaddam).
  • Sebutkan jenis-jenis Khabar. Berikan contoh masing-masing dalam kalimat lengkap.
    Jawaban: (1) Khabar Mufrad (satu kata) - مُحَمَّدٌ طَبِيبٌ. (2) Khabar Syibhul Jumlah (jarr-majrur/zharaf) - الْكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ. (3) Khabar Jumlah (klausa lengkap) - مُحَمَّدٌ بَيْتُهُ كَبِيرٌ (Muhammad, rumahnya besar).
  • Kita telah mempelajari 2 jenis ما. Berikan contoh masing-masing.
    Jawaban: (1) مَا sebagai kata tanya "apa": مَا هَذَا؟ (Apa ini?). (2) مَا sebagai huruf nafi (negasi) "tidak/bukan": مَا هَذَا كِتَابِي (Ini bukan bukuku).
  • Jelaskan perbedaan antara عندي dan لي. Berikan contoh untuk setiap penjelasan.
    Jawaban: عِنْدِي dipakai untuk kepemilikan benda: عِنْدِي كِتَابٌ (saya punya buku). لِي dipakai untuk kepemilikan yang bersifat hubungan/orang: لِي أَخٌ (saya punya saudara laki-laki).
  • Kata keterangan مع bisa menunjukkan tempat atau waktu. Buat 2 kalimat, satu sebagai zharaf makan dan satu sebagai zharaf zaman.
    Jawaban: Zharaf makan (tempat): جَلَسْتُ مَعَ أَخِي (saya duduk bersama saudara laki-lakiku). Zharaf zaman (waktu): أَصَلِّي مَعَ أَذَانِ الْفَجْرِ (saya shalat bersamaan waktunya dengan adzan Subuh).
  • Sebutkan dengan contoh seluruh jenis Ism Mamnu' minas-Sarf (Diptote) yang telah dipelajari di semester ini.
    Jawaban: (1) Kata sifat berpola أَفْعَلَان: عَطْشَانُ (haus), جَوْعَانُ (lapar), مَلآنُ (penuh). (2) Sebagian nama non-Arab dan nama perempuan tertentu yang tidak menerima tanwin. Pembahasan lengkap 8 kategori diptote (termasuk pola isim tafdhil, jamak berpola tertentu, dst) dilanjutkan secara mendalam di ARB 102.